Nama : Winny Faramuli
NRP : I24100028
Laskar : 24

Part I : An Inspirator, First Base to Make Thousand Steps
Teringat perkataan Ayah, “Jangan sia-siakan hidupmu. Manfaatkan tiap waktu dan kesempatan untuk lakukan hal yang berguna”. Itulah salah satu perkataan ayah yang sangat saya ingat sampai sekarang. Memang sudah menjadi nasihat yang “terlalu biasa” karena hampir semua orang pernah mengucapkannya. Namun, jika ayah yang mengatakannya akan terasa sedikit berbeda.
Menurut saya, perkataan itu bukan hanya sekadar perkataan nasihat. Kadang banyak orang yang memberi nasihat namun di dalam kehidupannya sendiri tidak diaplikasikan. Tetapi, Ayah berbeda. Ia membuktikannya sendiri dalam kehidupannya. Dapat dikatakan ia lebih memilih untuk banyak berbuat daripada berkata. Pelajaran yang saya dapatkan darinya sebagian besar bukan dari apa yang keluar dari mulutnya namun dari perbuatannya.
Saya banyak belajar darinya. Belajar untuk lebih sabar, bagaimana menghadapi masalah dengan sikap yang tenang, tidak setengah setengah dalam melakukan suatu hal, gigih dalam bekerja, dan selalu berikan usaha yang terbaik dalam segala hal.
Ibu juga sama seperti ayah. Beliau adalah ibu terbaik sedunia. No minus for her. Entah mengapa perkataan ibu selalu benar, saya rasa. Beliau tak kalah sempurna dengan ayah. Ia juga memberikan banyak pelajaran. Pelajaran tentang bagaimana menjalani hidup, apalagi sebagai wanita. Berbagi pengalaman hidup, tata krama, sopan santun, dan sampai kepada hal hal kecil sekalipun.
Ibu juga selalu mengingatkan saya untuk terus bertekun beribadah. Saya ingat perkataan ibu, “Bertekunlah selalu dalam doa, biarkanlah setiap usaha dan hal yang kamu lakukan, bawalah selalu kepada Tuhan agar kita dapat melaluinya bukan dengan kekuatan kita manusia melainkan kekuatan Tuhan.”
Saya berharap jika suatu saat saya menjadi ibu, saya ingin menjadi ibu yang paling baik seperti ibu saya agar kelak anak saya juga dapat merasakan hal yang sama seperti yang saat ini saya rasakan.
Tak terhitung berapa kali perkataan “oh..” keluar dari mulut saya sebagai tanda mengerti. Berapa banyak pengertian, pelajaran, dan kesadaran yang saya dapatkan dari mereka. They’re super duper great inspirators! Saya sangat bangga mempunyai ayah dan ibu seperti mereka.

Part II : Be an Inspiring Man
“This story tells about how to make a tight connection to God, and i’ve built it for myself!”
Harus diakui, Tuhan punya kuasa yang luar biasa besar dan dahsyat. Semua itu telah Tuhan nyatakan dalam kehidupan saya. Banyak peristiwa yang membuat saya yakin Tuhanlah yang berperkara di balik itu semua.
Menurut saya, saya bukanlah orang yang pandai, dengan tampang jenius dan IQ di atas rata-rata. Bukan pula orang yang serba bisa dalam segala hal, bahkan cenderung kurang. Memang, sejak SD saya sering mendapat peringkat di kelas. Namun, bukan dari situlah derajat kejeniusan diukur dan satu-satunya alasan mengklaim saya adalah seorang jenius. Jika ditanya soal berhitung cepat, membuat karangan cepat, teka teki atau permainan yang membutuhkan kinerja otak yang responsif, i’m the last one over all. IQ saya dalam rataan sedang, jadi untuk melakukan suatu hal yang luar biasa, satu hal yang saya yakini; semua tak lepas dari campur tangan kuasa Tuhan.
SD, SMP, kemudian SMA. Saya dapatkan pelajaran luar biasa mulai masuk SMA saat itu. “Libatkan Tuhan maka indahlah rencanamu.” Sejak saat itu, saya menyerahkan hidup saya kepada Tuhan. Masalah hidup saya, kekhawatiran saya, rencana saya, masa depan saya, termasuk studi SMA dan perkuliahan saya, saya serahkan penuh kepada Tuhan, let God take control of me and my life either.
Ternyata, Tuhan sungguh ajaib! Tahun pertama, kedua dan ketiga saya di SMA berjalan mulus, saya mendapatkan peringkat pertama selama tiga tahun. God’s so great! Padahal jika dipikir kembali, sekecil apa dulu saya, setidakberdayanya dulu saya, dengan otak saya yang bermuatan ala kadarnya, Tuhan menutupi itu semua. Satu prinsip yang saya pegang; berdoa dan berusaha.
Saat semua sudah diserahkan kepada Tuhan, kini hanya tinggal berusaha. Saya berusaha keras dan maksimal untuk mendapatkan nilai yang terbaik. Sampai-sampai belajar hingga larut malam sudah sering saya tekuni. Saya tidak ingin melakukan setiap usaha dengan setengah-setengah. Dan Tuhan tahu semua usaha saya. Awalnya saya hanya ingin berusaha semampu yang saya bisa, tak berani berharap mendapat peringkat. Namun, Tuhan memberikan upah lebih kepada saya. Saya mendapat peringkat, peringkat pertama! Sungguh Tuhan luar biasa.
Dan inilah saya, di bangku perkuliahan salah satu kampus negeri terbaik di Indonesia, IPB. Kesinilah Tuhan membawa saya. Saya sangat penuh rasa syukur hingga sekarang. Saya percaya Tuhan punya rencana yang jauh lebih indah dalam menempatkan saya di IPB. Karena terbukti, Tuhan tak pernah mengecewakan saya.
Itulah salah satu dari sekian banyak kisah luar biasa bersama Tuhan. Banyak perubahan yang saya rasakan sejak kedekatan dengan Tuhan semakin bertambah. Perubahan sifat dan pola pikir yang lebih dewasa, serta hidup yang penuh dengan ketenangan, sukacita dan kebahagiaan.
Tuhan menyediakan setiap waktunya untuk siap sedia menolong kita. Jikalau kita memberi perhatian penuh kepada-Nya, menghormati-Nya, mengingat-Nya selalu, mengandalkan-Nya, menyerahkan seluruh hidup pada-Nya, percayalah kita telah bergelimang sukacita saat itu juga dan berkat melimpah ruah tumpah atas kita.
Semoga dapat menginspirasi. Tuhan memberkati.

July

27

Welcome..

Enjoy Your Fool Way Here…